1. Beranda
  2. Artikel
  3. Ngobrolin budget nikah secara terbuka
Biaya · 10 menit baca

Ngobrolin budget nikah tanpa gengsi: angka yang jarang dibuka vendor

Kalau kamu pernah nanya harga terus dijawab "chat WA ya kak", tulisan ini buat kamu. Kami buka rinciannya per pos — termasuk pos-pos yang menurut kami sebenarnya bisa kamu coret tanpa ada yang nyadar.

Ditulis 30 Mei 2026 oleh tim Savitri Wedding

Buku catatan berisi rincian anggaran pernikahan

Ada satu kebiasaan di industri pernikahan yang menurut kami gak sehat: harga disembunyikan. Alasannya biasanya "biar bisa disesuaikan kebutuhan". Alasan sebenarnya sering kali lebih sederhana — kalau kamu udah terlanjur ngobrol dan ketemu, kamu jadi sungkan mundur.

Jadi kami tulis aja di sini. Bukan karena kami paling murah, tapi karena kamu berhak ngitung sebelum ngobrol.

Sebelum lanjut, satu catatan penting

Angka-angka di bawah adalah kisaran yang kami temui di Jogja dari pekerjaan kami sendiri, bukan survei pasar resmi. Harga vendor berubah tiap tahun dan beda-beda antar daerah. Pakai ini sebagai gambaran kasar buat mulai ngitung, lalu konfirmasi langsung ke vendornya.

Total kasarnya berapa?

Untuk resepsi sekitar 300 tamu di Jogja, dengan standar yang layak dan gak berlebihan, pasangan biasanya berada di kisaran 60 sampai 120 juta. Rentangnya lebar karena tiga pos — venue, katering, dan busana — bisa beda tiga kali lipat tergantung pilihan.

Akad saja dengan 50–80 tamu di rumah bisa jauh di bawah itu: 15 sampai 30 juta, kadang kurang. Dan itu sah, khidmat, dan gak ada yang kurang dari sisi agama.

Rinciannya per pos

1. Katering — biasanya 35–45% dari total

Ini pos terbesar, hampir selalu. Di Jogja, prasmanan biasanya di kisaran Rp 35.000–75.000 per porsi tergantung menu dan jumlah pilihan. Tambah stall atau gubugan, naik lagi.

Yang sering bikin bengkak: jumlah porsi dihitung dari jumlah undangan, bukan dari perkiraan yang datang. Untuk resepsi gedung, yang datang biasanya 70–80% dari undangan. Diskusikan angka ini sama kateringnya — banyak yang mau nego kalau kamu datang dengan data.

2. Venue — 0 sampai 30% dari total

Nol kalau di rumah atau di masjid. Pendopo dan gedung kecil di Jogja mulai dari Rp 5 juta, gedung yang lebih besar bisa Rp 15–40 juta.

Perhatikan yang tersembunyi: biaya kebersihan, biaya listrik tambahan, biaya jam lebih, dan aturan vendor. Beberapa gedung mewajibkan pakai katering mereka — dan itu sering kali yang bikin total jauh lebih mahal dari harga sewanya sendiri. Tanyakan sebelum DP.

3. Dekorasi — 10–20%

Pelaminan sederhana di Jogja mulai Rp 4 juta; yang penuh bunga segar bisa Rp 15–30 juta. Ini pos yang paling elastis, dan paling gampang dipangkas tanpa kelihatan.

Yang bikin mahal itu bunga potong impor dan luas area yang didekor. Tanaman hidup sewaan jauh lebih murah, kelihatan lebih segar di foto, dan gak jadi sampah besoknya.

4. Dokumentasi — 8–15%

Fotografer di Jogja mulai sekitar Rp 3,5 juta untuk akad saja, dan Rp 8–20 juta untuk paket lengkap dengan video.

Ini salah satu dari sedikit pos yang menurut kami jangan terlalu dipangkas. Dekorasi cuma ada sehari, makanan habis dalam dua jam — foto yang tersisa. Kalau harus milih antara pelaminan lebih megah atau fotografer lebih baik, ambil fotografernya.

5. Busana dan MUA — 5–15%

Sewa gaun dan jas berdua di kisaran Rp 3–10 juta. MUA Rp 1,5–6 juta tergantung nama dan jumlah orang yang dirias.

Beli gaun sendiri hampir selalu lebih mahal daripada sewa, kecuali kamu berencana memakainya lagi — yang, jujur aja, jarang terjadi.

6. Wedding organizer — 5–12%

Di Jogja, WO ada di kisaran Rp 5–25 juta tergantung cakupan. Paket kami sendiri 8,5 sampai 15 juta, dan kami tulis lengkap termasuk yang belum termasuk.

Satu hal yang jarang dibahas: banyak WO ambil komisi 10–20% dari vendor yang mereka rekomendasikan. Itu gak salah, tapi kamu perlu tahu — karena artinya rekomendasi mereka gak sepenuhnya netral, dan komisi itu pada akhirnya masuk ke harga yang kamu bayar. Tanyakan terus terang, vendor yang jujur gak akan tersinggung.

7. Undangan dan souvenir — 3–8%

Undangan cetak Rp 3.000–15.000 per lembar. Souvenir Rp 5.000–25.000 per item.

Ini pos yang paling sering kami sarankan dipangkas habis, dan hampir gak pernah ada yang menyesal. Undangan cetak berakhir di tempat sampah dalam seminggu. Souvenir kebanyakan ketinggalan di kursi.

8. Biaya KUA dan berkas

Akad di kantor KUA pada jam kerja: gratis. Di luar kantor atau di luar jam kerja: biaya resminya diatur pemerintah dan disetor ke kas negara — bukan angka yang dinegosiasi. Cek nominal terbaru langsung ke KUA setempat.

Kalau ada yang minta lebih dari biaya resmi, itu bukan tarif. Kamu boleh menolak.

Enam cara memangkas yang gak bikin acaranya kelihatan murahan

  1. Pangkas daftar tamu, bukan kualitas. 200 tamu dengan makanan enak jauh lebih berkesan daripada 400 tamu dengan makanan seadanya. Dan ini satu-satunya pemangkasan yang mengurangi hampir semua pos sekaligus.
  2. Pilih hari selain Sabtu. Jumat sore atau Minggu pagi sering lebih murah di venue dan lebih gampang dapat vendor bagus. Selisihnya bisa jutaan.
  3. Undangan digital untuk yang seumuran, cetak untuk yang sepuh. Bukan semua-digital — itu kurang sopan buat sebagian orang tua. Tapi kamu gak perlu cetak 400 kalau 250 di antaranya seumuran kamu.
  4. Ganti souvenir dengan sesuatu yang jelas. Sedekah atas nama tamu, atau bibit tanaman. Beberapa pasangan kami malah cuma pasang papan kecil yang menjelaskan itu, dan responsnya bagus.
  5. Tanaman hidup, bukan bunga potong. Lebih murah, lebih tahan, dan bisa dibawa pulang atau dikembalikan ke penyewa.
  6. Piring beling, bukan kotak sekali pakai. Untuk tamu banyak biasanya malah lebih murah, dan memangkas volume sampah acara sampai separuh.

Yang gak boleh dipangkas

Cadangan. Selalu sisakan 10–15% dari total di luar semua rencana. Selalu ada yang meleset: tamu lebih banyak dari perkiraan, hujan bikin harus sewa tenda, ada saudara jauh yang datang dan perlu tempat menginap.

Pasangan yang punya cadangan menghadapi kejutan itu dengan santai. Yang gak punya, menghadapinya dengan berantem.

Terakhir, dan ini yang paling penting

Anggaran nikah itu bukan lomba. Gak ada standar minimum yang bikin kamu "layak" menikah.

Yang lebih perlu kamu pikirkan justru ini: setelah semua acara selesai, kalian berdua mulai hidup bareng dengan sisa uang berapa? Karena bulan pertama pernikahan itu penuh pengeluaran yang gak ada di daftar mana pun.

Itu kami bahas di tulisan terpisah — dan menurut kami itu obrolan yang jauh lebih penting daripada warna pelaminan.

Mau dibantuin ngitung punya kamu?

Kirim aja tanggal, lokasi, dan perkiraan tamu. Kami balas dengan rincian angka kasar untuk semua pos — bukan cuma pos kami. Gratis, dan kamu boleh bawa rinciannya ke WO lain.

Minta rincian kasar

Baca juga

    Ngobrol yuk